Kamis, 08 Desember 2011

FENOMENA PENGENDARA DIBAWAH UMUR


Berkembang pesatnya kendaraan di Indonesia membuat semua orang mudah untuk dapat beraktivitas. Berbagai kendaraan itu menjadi alat penunjang untuk kehidupan sehari-hari. Dan kendaraan bermotor menjadi alat penunjang yang sangat dibutuhkan. Contohnya untuk bekerja, sekolah, atau untuk sekedar rekreasi.
Tapi yang terjadi sekarang ini sangat berlebihan, dimana kendaraan bermotor yang fungsinya sebagai alat penunjang beralih fungsi menjadi mainan yang cukup membahayakan bagi anak-anak dibawah umur. Dimana anak-anak dibawah umur dibiarkan orang tuanya untuk menggunakannya dengan leluasa. Padahal kendaraan penunjang kehidupan ini tidak begitu dibutuhkan untuk anak dibawah umur yang dimana peranannya cukup terbatas dalam ruang lingkup yang tidak begitu luas.
Oleh karena pembiaran penggunaan kendaraan bermotor bagi anak dibawah umur mengakibatkan pergaulan yang kurang sehat, misalnya bolos sekolah, adu gengsi, balapan liar, dan juga sampai geng motor. Hal-hal tersebut terjadi karena labilnya jiwa anak yang belum bisa membedakan baik dan buruk serta jiwa bermain alaminya yang memang mengalir dalam darah muda yang penuh gejolak rasa ingin tahu dan diakui lingkungan juga teman-temannya.
Dan hal tersebut tentu merugikan banyak orang, khususnya pengguna lalu lintas. Menurut pangamatan beberapa orang, jika anak dibawah umur berkendara dijalan raya, mereka dengan jiwa bermainnya berkendara selayaknya disirkuit, disaat ada pengendara dari belakang yang mendahului mereka, mereka dengan cepatnya menancap gas lalu mendahului semua pengendara yang ada didepan mereka. Selain itu, mereka sering kali kebut-kebutan tanpa memperdulikan kecepatan yang sudah dicantumkan dirambu-rambu lalu lintas atau dijalan yang tanpa ada rambu-rambunya. Misalnya dijalan perumahan atau gang-gang perkampungan, hal ini sangat membahayakan dan dapat mengganggu kenyamanan dan merugikan banyak pihak, karena dengan perilaku tadi dapat menimbulkan kecelakaan bahkan kematian dan itu tentunya merugikan orang lain dan dirinya sendiri juga orang tuanya yang bertanggung jawab atas sikap anak-anaknya.
Fenomena pengendara dibawah umur banyak merisaukan warga. Kebanyakan para pengendara dibawah umur, khususnya yang mempunyai geng motor,  sengaja merenovasi motornya (pada bagian knalpot) dan mereka pada malam hari akan beraksi untuk menunjukkan kehebatan mereka masing-masing. Hal ini dapat mengganggu ketenangan orang-orang yang berada didekatnya.
Di India, pernah terjadi dijalan raya seorang anak kecil mengendarai sebuah motor. Dia bersama dengan ayahnya, ayahnya berada dibelakangnya dan anak itu terus saja melaju dengan kecepatan tinggi. Aksi membahayakannya itu tidak diperdulikan oleh sang ayah. Bahkan sang ayah hanya terus tertawa melihat aksi si anak. Hal tersebut sangat membahayakan karena bisa saja dengan jiwa labil yang masih dimiliki oleh sang anak, dia semakin kuat menarik gasnya hingga semua tak dapat dikendalikan lagi oleh sang anak atau pun ayahnya. Juga hal tersebut dapat membahayakan pengguna jalan yang lain.
Untuk itu, marilah kita jaga diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat kita dengan cara memulai dari diri kita sendiri dengan cara bijak dalam menggunakan dan memberikan fasilitas yang bermanfaat bagi anak-anak kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar